Mengharap Perubahan Instan – Kebiasaan Jelek Orang Tua

Mengharap perubahan instan merupakan salah satu dari 37 kebiasaan jelek orangtua. Di jaman ini kehidupan insan serba cepat dan instan, dalam hal masakan sudah terdapat mie instan, nasi goreng instan, dll.

Dalam kehidupan juga begitu, di ketika anak kita berbuat kesalahan, seringkali kita menginginkan suatu perubahan instan.

Contohnya ketika sang anak terbiasa berdiri kesiangan, tidak pernah merapikan daerah tidur, malas mandi, kita sebagai orang bau tanah merasa menginginkan perubahan pada anak secara total dan secepatnya.

Anak akan kesulitan untuk memenuhi perintah orang bau tanah yang memaksakan semoga sang anak berubah dalam waktu singkat dan tanpa tahapan-tahapan yang normal.

Dan apabila ia sering tidak berhasil memenuhi perintah kita, yang terjadi ialah ia akan merasa jengkel dan ragu akan kemampuannya.

Hal tersebut yang menjadikan pembentukan sifat yang kurang baik pada anak. Seperti mulai suka memberontak bila di perintah, misalnya anak akan menciptakan banyak alasan, cuek, atau melampiaskan amarah yang tiba-tiba dan bergotong-royong tanpa ada alasan tertentu kepada orang lain.

 Mengharap perubahan instan merupakan salah satu dari Mengharap Perubahan Instan - Kebiasaan Buruk Orang Tua

Yang Seharusnya Dilakukan

Untuk mendapat suatu perubahan pada kebiasaan seorang anak, kita harus memberi toleransi waktu, bertahap semoga bisa terjadi perubahan yang logis.

Jika dirasa tidak mungkin, segara batalkan sasaran perubahan yang sudah direncanakan. Bersama anak lakukanlah perubahan-perubahan kecil dan gampang terlebih dahulu. Beri kelonggaran semoga ia sendiri yang menentukan kebiasaan yang dianggapnya gampang untuk diubah.

Apabila sang anak berhasil melaksanakan suatu perubahan, hal tersebut akan memberinya motivasi yang menjadikan ia percaya akan dirinya untuk melaksanakan perubahan, malahan sang anak akan percaya diri dalam merubah kebiasaan yang tersulit untuk diubah.

Motivasi komplemen juga bisa didapatnya dari kita, dengan cara memuji, dan bila mau kita bisa merayakan keberhasilan yang didapatnya, walaupun itu hal yang kecil.

Dengan perhatian tersebut sang anak akan sadar bahwa kita memberi perhatian kepada upaya yang dilakukannya. Tetap fokuskan kebanggaan dan perhatian kepada upayanya dalam mencapai perubahan, bukan fokus kepada hasilnya. Sekali lagi, hargailah usahanya.