Marah Yang Berlebihan – Kebiasaan Jelek Orang Tua

Marah yang berlebihan ialah salah satu dari 37 kebiasaan jelek orang tua. Kerap kali kita menganggap bahwa mengajar dan memarahi ialah hal yang sama. Tetapi perlu kita ketahui bahwanya memarahi sang anak merupakan salah satu cara mengajar yang terburuk.

Ketika kita marah, situasi tersebut bukanlah mengajar anak, tetapi cara kita untuk melampiaskan segala amarah terpendam akhir ketidakmampuan kita dalam menangani dilema dengan baik.

Dengan kemarahan pula yang menjadi alasan untuk mengelak dari kesalahan dan mengkambing-hitamkan pihak lain. Hal tersebut selalu menimpa ke pihak atau orang yang lebih lemah dari kita, dan tidak akan menimpa ke pihak yang sebaliknya.

 Marah yang berlebihan ialah salah satu dari Marah Yang Berlebihan - Kebiasaan Buruk Orang Tua

Yang Seharusnya Dilakukan

Hindari percakapan ketika kita dalam kondisi marah. Sebisa mungkin tahan dengan cara yang bisa menciptakan kita lebih rileks, contohnya keluar dari dalam rumah untuk meredakan amarah, atau masuk kamar mandi untuk mencuci muka, dll.

Yang harus kita lakukan ialah bicara ‘tegas’ bukan bicara ‘keras’. Cara bicara tegas yaitu dengan serius, nada datar, serta menatap muka dan mata secara dalam.

Bicara tegas dilakukan pada kondisi pikiran kita rasional, sedangkan bicara keras dilakukan pada kondisi pikiran kita dikuasai emosi.

Pada ketika kita marah, biasanya rasa emosi dan ucapan/perbuatan yang kita lakukan merupakan hal yang akan kita sesali nanti.

Jika hal tersebut terjadi, hal selanjutnya yang akan terjadi ialah kita akan menyesal dan berupaya biar bisa menebus kesalahan tersebut.

Biasanya dengan memberi keringanan atau memperbolehkan beberapa hal yang sebelumnya kita nyatakan tidak boleh. Apabila hal tersebut terjadi berkali-kali, sang anak akan tertantang dan berupaya biar kita selalu terpancing amarah.

Perlu kita ketahui bahwa anak yang selalu kita marahi tidak akan selalu menjadi lebih baik.